VARIKOKEL - PRIA WAJIB BACA & TAU !!!

VARIKOKEL

Dari penelitian dewasa ini, penemuan terhadap kasus infertilitas tidak hanya disebabkan oleh wanita. Kaum pria juga berpotensi besar dalam hal infertilitas ini. Tapi anehnya, kasus infertilitas pada pria jarang dicurigai oleh sebagian masyarakat. Padahal gaya hidup zaman sekarang banyak memicu terjadinya infertilitas pada pria seperti pola makan dan pekerjaan dengan tingkat radiasi tinggi.
Salah satu faktor penyebab terjadinya infertilitas pada pria adalah gangguan varises pada organ reproduksi yang dikenal dengan istilah varikokel. Meski sejauh ini belum diketahui pasti penyebab gangguan varikokel pada pria, namun para ahli berpendapat bahwa varikokel terjadi akibat kelainan pelebaran pembuluh-pembuluh vena (pleksus pampiniformis) di sekitar skrotum (kantung testis). Prinsipnya, pelebaran terjadi karena kelainan congenital yang menyebabkan katup-katup tersebut tidak terbentuk.
Testis sebagai organ kelamin yang menghasilkan sel-sel sperma, akan terganggu dengan adanya varikokel. Darah yang menumpuk pada testis mengakibatkan suhu di area tersebut lebih hangat dan kondisi tersebut kurang baik terhadap pembentukan sperma (spermatogenesis). Idealnya, suhu testis adalah 1-2 derajat di bawah suhu tubuh. jika suhunya terlalu tinggi, sperma menjadi matang dan mati sebelum keluar dari testis. Selain itu terjadi kekurangan oksigen dan penumpukan racun pada testis yang mengakibatkan berkurangnya jumlah sperma (ogliospermia), bahkan bisa jadi tidak  ada (azoospermia).
Varikokel umumnya lebih banyak terjadi pada bagian kanan. Hal ini diakibatkan oleh aliran vena testis kiri menuju vena renalis (ginjal) membutuhkan dorongan yang kuat guna mengatasi tekanan pada vena ginjal, sehingga darah cenderung kembali terdorong ke bawah.
Tampilan yang umum terjadi pada testis bervarikokel adalah adanya urat yang menonjol di sekitar skrotum. Tidak semua varikokel dapat langsung terlihat. Hal tersebut tergantung dari ketebalan kantung skrotum serta besar kecilnya varikokel yang terbentuk. Urat yang menonjol akan terlihat jika penderita dalam keadaan berdiri dan akan hilang jika penderita berbaring.
Gejala
Bagi penderita varikokel tahap satu, gejala yang timbul tidak terdeteksi dengan jelas, bahkan penderita merasa tidak bermasalah dengan organ reproduksinya. Namun, bagi penderita tahap kedua, keluhan yang terjadi umumnya berbeda antara pria yang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut terkait dengan produksi sperma yang dikeluarkan masih-masing pria yang juga tidak selalu sama. Jika kuantitas produksi sperma pria A mencapai 125 juta kemungkinan berkurang menjadi 100 juta maka tetap akan bisa membuahi sel telur pasangannya. Namun, jika produksi sperma pria B hanya 25 juta maka timbulnya varikokel akan mengurangi jumlah sperma yang diproduksi, sehingga sulit untuk membuahi sel telur pasangannya. Berbeda halnya dengan penderita varikokel tahap lanjut, jika penderita berdiri maka pada kantung testisnya akan terlihat urat yang menonjol seperti bengkak. Dan jika diraba akan terasa seperti gulungan urat yang tidak teratur.
Beberapa keluhan kadang diserta rasa sakit di sekitar organ reproduksinya. Bahkan diantaranya ada yang mengira menderita hernia atau penyakit lain yang disebabkan kelainan otot pada testis. Rasa sakit tahap lanjut juga akan lebih terasa, jika penderita terlalu banyak berdiri. Keluhan semakin berat menjelang sore hari dan penderita banyak melakukan aktivitas.
Gejala lain yang timbul adalah mengecilnya ukuran testis (atropi testis) akibat berkurangnya suplai darah pada testis sehingga organ akan kekurangan nutrisi.
Faktor timbulnya varikokel
Hingga saat ini, faktor utama timbulnya varises pada pria belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini dapat memicu timbulnya varikokel adalah faktor genetis, makanan, serta suhu yang terlalu tinggi.  Orang tua yang menderita varikokel juga memiliki kecenderungan menurunkannya pada anak. Sejak lahir, si anak tersebut mempunyai kecenderungan pembuluh darahnya mudah melebar. Begitu pula dengan pola makan yang tidak sehat. Salah satunya adalah makanan dengan oksidasi tinggi yang mengakibatkan rusaknya pembuluh darah, seperti jenis makanan yang diolah dengan cara dibakar.
Bagi mereka yang melakukan aktivitas atau pekerjaan dalam ruangan bersuhu tinggi, seperti pertambangan, juru masak, atau mereka yang gemar berendam di air panas, akan lebih berisiko menderita varikokel. Suhu yang tinggi dapat memicu lebarnya pembuluh darah di sekitar testis, maka sedapat mungkin hindari berada dalam ruang dengan suhu tinggi secara terus menerus. Mereja yang mempunyai riwayat varikokel dalam keluarga, dianjurkan mengenakan celana khusus sebagai pelindung dan hindari terlalu sering memakai celana jins atau celana ketat.
Menurunnya kualitas sperma akibat varikokel, juga dapat dipicu adanya infeksi pada organ reprosuksi maupun infeksi pada organ tubuh lainnya. Secara umum, infeksi dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga memacu pelebaran pembuluh darah balik pada organ testis. Selain itu, pria yang melakukan aktivitas dengan tekanan tinggi di sekitar perut daoat memicu timbulnya varikokel seperti buruh kasar, atau olahragawan angkat berat.
Penanganan
Lalu bagaimana jika varikokel sudah terlanjur terjadi? Seperti halnya varises yang terjadi organ tubuh yang lain, jalan terakhir yang dapat ditempuh adalah operasi. Terlebih jika varikokel yang diderita menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Salah satu terapi yang dapat digunakan adalah operasi varikokelektemi. Tindakan operasi yang dilakukan yaitu dengan membuat sayatan kecil pada perut bagian bawah. Selanjutnya pembuluh darah yang melebar ditarik dan dikumpulkan di satu tempat dan dikunci dengan alat khusus. Sebelum melakukan operasi, ada baiknya penderita melakukan analisa terhadap sperma serta derajat varikokel yang diderita. Jika hasil analisa sperma sebelum operasi menunjukkan kualitas baik, dalam arti tertis masih memproduksi spermatozoa dengan baik, maka operasi varikokel dapat dilakukan untuk menambah produksi sperma. Namun, apabila dari hasil pemeriksaan testis sudah tidak memproduksi sel spermatozoa atau testis sudah tidak berfungsi dengan normal (atrofi) maka operai operasi varikokel yang dilakukan akan menunjukkan hasil yang signifikan.
Namun, ada satu hal yang cukup menggembirakan bagi penderita varikokel. Fungsi seksualnya tidak terganggu, terlebih bagi penderita pada tahap awal yang belum merasakan keluhan apapun. Sebab itu, banyak penderita merasa tidak ada kelainan dengan organ reproduksinya, dan baru sadar karena hasilnya tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan pada pasangannya.


0 komentar:

Posting Komentar

 
2011 KAMPUS INDONESIA | Blogger Templates for Sponsors: jaket universitas, whs konveksindo, Desain by Wahyu Saputra